Pengertian Keterampilan Menulis
Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) cetakan ke-3, tertulis bahwa makna kata menulis adalah “melahirkan
pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Definisi ini sesuai dengan pemahaman Hernowo
dalam buku best sellernya “Mengikat Makna”. Hernowo berpendapat bahwa “menulis adalah
melahirkan pikiran sekaligus perasaan yang diikat”. Argumen ini diilhami oleh sebuah pendapat Ali
bin Abi Thalib, sepupu Rasulullah saw., yaitu ‘ikatlah ilmu dengan
menuliskannya’. Mengikat ilmu melalui
menulis menurut Hernowo berarti “membuat akad atau perjanjian dengan tulisan
bahwa apa yang ditulisnya adalah benar-benar pemahamannya, benar-benar lahir
dari pikiran dan perasaannya (2001: 116).
Sesuatu yang lahir
dari pikiran dan perasaan manusia berbentuk
gagasan. Menyampaikan gagasan
melalui tulisan sangat berbeda dengan menyampaikan gagasan melalui mulut. Gagasan yang dikeluarkan ketika menulis harus
lebih tertata dan tertib daripada gagasan yang keluar melalui pembicaraan. Oleh karena itu, diperlukan keterampilan
untuk menulis. Keterampilan itu disebut
Hernowo sebagai “keterampilan menata gagasan”(2001:118).
Seseorang yang
terampil menata gagasannya ke dalam tulisan ialah orang yang memiliki kecakapan
berbahasa yang baik. Kecakapan berbahasa
diistilahkan sebagai kecerdasan berbahasa oleh Howard Gardner (dalam pendekatan
Multiple Intellegences).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar