Trending

Sabtu, 23 Agustus 2014

PEMAKAIAN BAHASA DALAM KETERAMPILAN MENULIS



Pemakaian Bahasa Dalam Keterampilan Menulis

                  Bahasa yang digunakan dalam menulis apapun, termasuk menulis surat tentulah bahasa Indonesia. Kita gunakan bahasa Indonesia karena surat akan dibaca dengan informasi yang dibutuhkan agar cukup jelas dimengerti oleh si pembaca.
Berikut ini akan diuraikan secara singkat tentang berbagai hal yang berhubungan dengan pemakaian bahasa, terutama menyangkut hal-hal yang seringkali salah.
1)      Masalah Ejaan
Dalam pemakaian ejaan terdapat tiga hal yang perlu dijelaskan di sini karena dalam aspek ini seringkali ditemui kesalahan pemakaian huruf besar, pemakaian tanda koma, dan penulisan kata atau istilah.
A.     Pemakaian Huruf Kapital
Huruf kapital digunakan dalam  bahasa tulis  dengan menggunakan ejaan yang benar,  antara lain :
1)      Dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Contoh :  Hari ini hujan lebat.
2)      Dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
Contoh :  Ibu bertanya, “Di mana kamu sekarang?”
3)      Dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan  nama Tuhan, kitab suci, dan kata ganti untuk Tuhan.
Contoh: Yang Maha Pengasih, Allah SWT, Quran, Islam, hambaMu
4)      Dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan yang diikuti nama orang.
Contoh : Sultan Fatah, Maha Putra
5)      Dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi atau nama tempat.
Contoh : Direktur Jendral Pendidikan Dasar, Bupati Demak
6)      Dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.
Contoh : Siti Asmonah, Abdul Muis
7)      Dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
Contoh  :    bahasa Indonesia, bangsa Inggris, suku Jawa
Kecuali nama  nama bangsa,  suku bangsa, dan bahasa tersebut merupakan bentuk dasar kata turunan.
Contoh :    mengindonesiakan kata asing, keinggris-inggrisan
8)      Dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya dan
peristiwa sejarah.
Contoh :  bulan Agustus, tahun Hijriyah, hari Minggu, hari Lebaran
9)      Dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.
Contoh  :  Dataran Tinggi Dieng, Semarang, Gunung Merapi, Sungai
Kecuali nama geografi tersebut tidak digunakan sebagai  nama diri.
Contoh :  menyebrangi laut, berenang di sungai
10)  Dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan
seperti bapak, ibu, saudara, kakek, paman, adik yang dipakai dalam penyapaan acuan.
Contoh :  “Kapan Paman berangkat?” Tanya Dani.
11)  Dipakai sebagai huruf pertama setiap ataau semua unsur bentuk ulang
sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan serta dokumen resmi.
Contoh :  Undang-undang Dasar Republik Indonesia
      Perserikatan Bangsa-Bangsa
12)  Dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.
Contoh :  Silakan Anda masuk lebih dahulu, Mungkin Anda kecewa   terhadap sikapku.
13)  Dipakai  sebagai  huruf  pertama  semua  kata  (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan  kecuali  pada  kata di, ke, dari, yang, dengan, yang tidak terletak di posisi awal.
Contoh :  Saya senang membaca novel Cerita dari Desa
                  Majalah Bahasa dan Sastra banyak digemari masyarakat.     
14)  Dipakai  sebagai  huruf  pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
Contoh :  Dr., Doktor, M.A., Masterr of  Arts, S.H., Sarjana Hukum


B. Tanda Baca dalam Keterampilan Menulis
Memiliki keterampilan dalam menulis  membutuhkan keterampilan menata kalimat dan meletakkan tanda baca. Penulis akan membatasi tanda baca yang menjadi kriteria keterampilan menulis dalam penelitian ini. Tanda baca-tanda baca tersebut adalah tanda titik, tanda koma, tanda seru, dan tanda tanya.
Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah (2001:41-43,51), berikut adalah fungsi-fungsi keempat tanda baca tadi.
a.      Tanda  Titik
Tanda  titik digunakan untuk :
(1)      Mengakhiri kalimat pernyataan, misalnya : Ayahku tinggal di solo;
(2)         Di belakang angka atau huruf dalam satu bagan, ikhtisar, atau daftar,  misalnya : III. Departemen Dalam Negeri atau 1.1 Patokan Umum;
(3)         Memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan angka  waktu, misalnya : pukul 13.35.20 (pukul 13 lewat 35 menit 20 detik);
(4)         Memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu, misalnya : 0.20.30 jam (20 menit, 30 detik);
(5)         Di antara nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru, misalnya : Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltevreden: Balai Pustaka.

b.      Tanda Koma
Tanda koma digunakan untuk :
(1)         Di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan, misalnya Saya membeli kertas, pensil, pena, dan penghapus;
(2)         Memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara sebelumnya yang didahului oleh kata tetapi atau melainkan, misalnya  Saya ingin datang, tetapi hari hujan;
(3)         Di belakang kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat di awal kalimat, misalnya : ... Oleh karena itu, kita harus berhati-hati;
(4)         Memisahkan kata o, ya, wah, aduh, misalnya : O, begitu?;
(5)         Memisahkan petikan langsung dari bagian dalam kalimat, misalnya : Kata Ibu, “Saya gembira sekali.”
(6)         Di antara (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat tanggal, (d) nama tempat atau wilayah yang ditulis secara berurutan;
(7)         Menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka, misalnya : Alisjahbana, Sutan Takdir. 1949. Tatabahasa Baru bahasa Indonesia. Jilid 1 dan 2. Djakarta: PT Pustaka Rakjat;
(8)         Di antara bagian-bagian catatan kaki, misalnya ; W.J.S. Purwadarminta, Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Yogyakarta: UP Indonesia.1967),hlm.4;
(9)         Di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakan singkatan nama diri dan gelar akademik, misalnya : B. Ratulangi, M.E.;
(10)     Di depan angka persepuluhan atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka, misalnya: Rp 12.500,00;
(11)     Mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi, misalnya : Guru saya, Pak Ahmad, pandai sekali. ;
(12)     Menghindari salah baca di belakang keterangan, misalnya : Atas bantuan Agus, Karyadi mengucapkan terima kasih. ;
  
c.       Tanda Tanya
Tanda tanya digunakan untuk :
(1)   Mengakhiri kalimat tanya, misalnya : Kapan ia berangkat?;
(2)         Menandai kalimat yang disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
d.      Tanda Seru
Tanda seru digunakan untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang merupakan seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat, misalnya : Alangkah seramnya peristiwa itu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Designed By Blogger Templates - Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger