Pemakaian
Bahasa Dalam Keterampilan Menulis
Bahasa yang digunakan
dalam menulis apapun, termasuk menulis surat tentulah bahasa Indonesia. Kita
gunakan bahasa Indonesia karena surat akan dibaca dengan informasi yang
dibutuhkan agar cukup jelas dimengerti oleh si pembaca.
Berikut ini
akan diuraikan secara singkat tentang berbagai hal yang berhubungan dengan
pemakaian bahasa, terutama menyangkut hal-hal yang seringkali salah.
1) Masalah Ejaan
Dalam pemakaian ejaan terdapat tiga hal yang perlu dijelaskan di sini
karena dalam aspek ini seringkali ditemui kesalahan pemakaian huruf besar,
pemakaian tanda koma, dan penulisan kata atau istilah.
A.
Pemakaian Huruf Kapital
Huruf kapital digunakan
dalam bahasa tulis dengan menggunakan ejaan yang benar, antara lain :
1) Dipakai sebagai huruf pertama kata pada
awal kalimat.
Contoh
: Hari ini hujan lebat.
2) Dipakai sebagai huruf pertama petikan
langsung.
Contoh
: Ibu bertanya, “Di mana kamu sekarang?”
3) Dipakai sebagai huruf pertama dalam
ungkapan yang berhubungan dengan nama
Tuhan, kitab suci, dan kata ganti untuk Tuhan.
Contoh:
Yang Maha Pengasih, Allah SWT, Quran, Islam, hambaMu
4) Dipakai sebagai huruf pertama nama gelar
kehormatan, keturunan, keagamaan yang diikuti nama orang.
Contoh :
Sultan Fatah, Maha Putra
5) Dipakai sebagai huruf pertama unsur nama
jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti
nama orang tertentu, nama instansi atau nama tempat.
Contoh :
Direktur Jendral Pendidikan Dasar, Bupati Demak
6) Dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur
nama orang.
Contoh :
Siti Asmonah, Abdul Muis
7) Dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa,
suku bangsa, dan bahasa.
Contoh : bahasa Indonesia, bangsa Inggris, suku Jawa
Kecuali nama nama bangsa,
suku bangsa, dan bahasa tersebut merupakan bentuk dasar kata turunan.
Contoh
: mengindonesiakan kata asing,
keinggris-inggrisan
8) Dipakai sebagai huruf pertama nama tahun,
bulan, hari, hari raya dan
peristiwa
sejarah.
Contoh
: bulan Agustus, tahun Hijriyah, hari
Minggu, hari Lebaran
9)
Dipakai sebagai huruf pertama
nama geografi.
Contoh :
Dataran Tinggi Dieng, Semarang,
Gunung Merapi, Sungai
Kecuali nama geografi tersebut
tidak digunakan sebagai nama diri.
Contoh : menyebrangi laut, berenang di sungai
10) Dipakai sebagai huruf pertama kata
penunjuk hubungan kekerabatan
seperti bapak, ibu, saudara,
kakek, paman, adik yang dipakai dalam penyapaan acuan.
Contoh : “Kapan Paman berangkat?” Tanya Dani.
11) Dipakai sebagai huruf pertama setiap ataau
semua unsur bentuk ulang
sempurna yang terdapat pada
nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan serta dokumen resmi.
Contoh : Undang-undang Dasar Republik Indonesia
Perserikatan Bangsa-Bangsa
12) Dipakai sebagai huruf pertama kata ganti
Anda.
Contoh
: Silakan Anda masuk lebih dahulu,
Mungkin Anda kecewa terhadap sikapku.
13) Dipakai
sebagai huruf pertama
semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di
dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali
pada kata di, ke, dari, yang, dengan, yang tidak terletak di posisi awal.
Contoh
: Saya senang membaca novel Cerita dari
Desa
Majalah Bahasa dan Sastra
banyak digemari masyarakat.
14) Dipakai
sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat,
dan sapaan.
Contoh
: Dr., Doktor, M.A., Masterr of Arts, S.H., Sarjana Hukum
B. Tanda Baca dalam Keterampilan
Menulis
Memiliki
keterampilan dalam menulis membutuhkan
keterampilan menata kalimat dan meletakkan tanda baca. Penulis akan membatasi
tanda baca yang menjadi kriteria keterampilan menulis dalam penelitian ini.
Tanda baca-tanda baca tersebut adalah tanda titik, tanda koma, tanda seru, dan
tanda tanya.
Menurut
Pedoman
Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum
Pembentukan Istilah (2001:41-43,51), berikut adalah fungsi-fungsi keempat tanda
baca tadi.
a. Tanda Titik
Tanda
titik digunakan untuk :
(1) Mengakhiri kalimat pernyataan, misalnya :
Ayahku tinggal di solo;
(2)
Di belakang
angka atau huruf dalam satu bagan, ikhtisar, atau daftar, misalnya : III. Departemen Dalam Negeri atau
1.1 Patokan Umum;
(3)
Memisahkan
angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan angka waktu, misalnya : pukul 13.35.20 (pukul 13
lewat 35 menit 20 detik);
(4)
Memisahkan
angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan jangka waktu, misalnya : 0.20.30
jam (20 menit, 30 detik);
(5)
Di antara
nama penulis, judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda
seru, misalnya : Siregar, Merari. 1920. Azab dan Sengsara. Weltevreden:
Balai Pustaka.
b. Tanda Koma
Tanda koma digunakan untuk :
(1)
Di antara
unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan, misalnya Saya membeli
kertas, pensil, pena, dan penghapus;
(2)
Memisahkan
kalimat setara yang satu dari kalimat setara sebelumnya yang didahului oleh
kata tetapi atau melainkan, misalnya
Saya ingin datang, tetapi hari hujan;
(3)
Di belakang
kata atau ungkapan penghubung antarkalimat yang terdapat di awal kalimat,
misalnya : ... Oleh karena itu, kita harus berhati-hati;
(4)
Memisahkan
kata o, ya, wah, aduh, misalnya : O, begitu?;
(5)
Memisahkan
petikan langsung dari bagian dalam kalimat, misalnya : Kata Ibu, “Saya gembira
sekali.”
(6)
Di antara (a)
nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat tanggal, (d) nama tempat
atau wilayah yang ditulis secara berurutan;
(7)
Menceraikan
bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka, misalnya :
Alisjahbana, Sutan Takdir. 1949. Tatabahasa Baru bahasa Indonesia. Jilid
1 dan 2. Djakarta: PT Pustaka Rakjat;
(8)
Di antara
bagian-bagian catatan kaki, misalnya ; W.J.S. Purwadarminta, Bahasa
Indonesia untuk Karang-mengarang (Yogyakarta: UP Indonesia.1967),hlm.4;
(9)
Di antara
nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakan singkatan nama
diri dan gelar akademik, misalnya : B. Ratulangi, M.E.;
(10) Di depan angka persepuluhan atau di antara rupiah
dan sen yang dinyatakan dengan angka, misalnya: Rp 12.500,00;
(11) Mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak
membatasi, misalnya : Guru saya, Pak Ahmad, pandai sekali. ;
(12) Menghindari salah baca di belakang keterangan,
misalnya : Atas bantuan Agus, Karyadi mengucapkan terima kasih. ;
c. Tanda Tanya
Tanda tanya digunakan untuk :
(1) Mengakhiri kalimat tanya, misalnya : Kapan ia
berangkat?;
(2)
Menandai
kalimat yang disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya.
d. Tanda Seru
Tanda seru digunakan untuk mengakhiri
ungkapan atau pernyataan yang merupakan seruan atau perintah yang menggambarkan
kesungguhan, ketidakpercayaan, ataupun rasa emosi yang kuat, misalnya :
Alangkah seramnya peristiwa itu!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar