Trending

Sabtu, 26 Juli 2014

PTK JUDUL MENINGKATKAN PRESTASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF DAN METODE PENUGASAN (BAB 1 )

BAB I

PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang
             Tujuan pendidikan nasional secara umum adalah untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Manusia yang berkualitas diharapkan harus mampu memahami ilmu di bidang-bidang tertentu, terlatih bernalar, berpikir kritis, menyelesaikan masalah untuk mengisi pembangunan sehingga pada akhirnya mampu berperan aktif pada era globalisasi yang semakin kompetitif dan juga penuh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).
             Bentuk konkret dari pendidikan yang dilakukan oleh manusia tersebut tampak dalam aktivitas belajar mengajar sebagaimana Sudjana (1989) mengatakan bahwa “proses belajar mengajar merupakan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan”.
             Keberhasilan tujuan pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 akan tercapai bila didukung oleh empat komponen pilar pendidikan yang meliputi motivasi belajar siswa, materi pembelajaran, dan tujuan pembelajaran.
Keempat pilar sebagaimana tersebut di atas, komponen proses pembelajaran merupakan komponen yang memegang peranan penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran ini menunjuk pada kegiatan yang di dalamnya terdapat integrasi dan interaksi komponen-komponen pembelajaran , yaitu guru, siswa, materi dan metode pembelajaran.
             Guru sebagai ujung tombak dalam pencapaian tujuan pendidikan, perlu memilih strategi pembelajaran yang efektif dan efisien. “Pengelolaan proses pembelajaran yang efektif merupakan titik awal keberhasilan pembelajaran yang bermuara akan meningkatkan prestasi belajar siswa “(Chabibah, 2006: 24).
             Terkait dengan proses pembelajaran, guru memiliki peran sentral berhasil tidaknya suatu proses pembelajaran, sebab guru dalam posisi ini bertindak sebagai perancang atau desainer sekaligus pengelola proses pembelajaran sedemikian hingga hasil dari proses pembelajaran tersebut tercapai. 
Namun demikian, peran guru dalam mendesain dan mengelola proses belajar mengajar di kelas seringkali dihadapkan pada kondisi-kondisi sehingga rancangan pembelajaran yang didesainnya tidak berjalan dengan lancar sesuai harapan. 
             Tidak berkembangnya salah satu faktor dalam proses pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar yaitu guru, murid, materi dan metode pembelajaran sudah barang tentu berpengaruh pada proses pembelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas. Bahkan kondisi tersebut akan berpengaruh pula pada hasil pembelajaran terutama tampak pada hasil belajar siswa.
Kondisi demikian terjadi pula pada kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI SD Negeri 2 Cihaur dengan materi menulis surat resmi, dimana dari kondisi awal kegiatan belajar mengajar menunjukkan hasil belajar siswa rendah dan belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Data menunjukkan dari 13 siswa,  8 orang siswa atau 61% siswa kelas VI hasil belajarnya kurang dari 65 sebagai batas KKM. Hasil refleksi menunjukkan bahwa rendahnya prestasi belajar tersebut di antaranya adalah sikap pasif siswa dalam proses pembelajaran, proses pembelajaran yang monoton dan kurang bervariasi, dominasi guru masih sangat besar sehingga siswa kurang mandiri, ataupun  disebabkan karena kurangnya pemberian latihan yang intensif. Dalam hal ini, pendekatan atau metode mengajar guru kurang menarik perhatian siswa.
Berdasarkan uraian di atas, penulis berinisiatif untuk melakukan perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam menulis surat resmi.  Dalam penelitian ini penulis menggunakan Metode Penugasan Dengan Pendekatan Komunikatif dalam pembelajaran menulis surat resmi. Pendekatan komunikatif adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk membuat kompetensi komunikatif sebagai tujuan pembelajaran bahasa, juga mengembangkan empat keterampilan berbahasa (menyimak, membaca, berbicara, dan menulis).
Dalam teknik pendekatan komunikatif disarikan dari Tarigan yang dikutip Solchan, dkk. (2001: 6.46), salah satu di antaranya yaitu “Teknik Pembelajaran Menulis” yang akan penulis kembangkan,  terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan, seperti menyusun kalimat, memperkenalkan karangan, meniru model, karangan bersama, menyusun kembali, menyelesaikan cerita, memeraikan, mengembangkan kata kunci, mengembangkan kalimat topik, mengembangkan judul, menulis surat, menyusun dialog, dan menyusun wacana. Maka peneliti melakukan identifikasi dan analisis masalah.
1.   Identifikasi Masalah
1)     Rendahnya tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran;
2)     Siswa sulit membedakan surat resmi dan surat pribadi;
3)     Siswa belum mampu menulis surat resmi dengan memperhatikan penggunaan ejaan yang benar;
4)      Kondisi kelas pasif.
2.   Analisis Masalah
Setelah peneliti menganalisis proses pembelajaran diperoleh data sebagai berikut :
1)      Guru kurang memberi motivasi belajar kepada siswa;
2)      Guru tidak memberikan materi prasarat;
3)      Guru masih kurang memberi latihan yang intensif terhadap pembelajaran menulis surat;
4)      Siswa belum memahami perbedaan surat resmi dan surat pribadi;
5)      Kurangnya prestasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan yang menjadi fokus perbaikan pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu “ Apakah metode penugasan melalui pendekatan komunikatif dapat meningkatkan prestasi dan hasil belajar siswa dalam menulis surat resmi pada kelas VI SD Negeri 2 Cihaur Tahun Pelajaran 2010/2011?

    

C.  Tujuan Perbaikan
Berdasarkan uraian latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka penulis dapat merumuskan tujuan penelitian perbaikan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia yaitu untuk membuktikan bahwa melalui metode penugasan dengan pendekatan komunikatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam menulis surat resmi.
 
D.  Manfaat Perbaikan
Berdasarkan latar belakang rumusan masalah dan tujuan penelitian yang akan dicapai dalam kegiatan perbaikan mata pelajaran Bahasa Indonesia, maka diketahui manfaat penelitian, yaitu sebagai berikut :
1.      Bagi Siswa
a)      Meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa;
b)      Meningkatkan kemampuan siswa terhadap materi pelajaran;
c)      Membuat pengalaman belajar siswa yang menyenangkan dan mengembangkan;
d)     Meningkatkan kemandirian siswa.

2.      Bagi Guru
a)      Meningkatkan kreatifitas guru dalam menemukan model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemandirian siswa;
b)      Meningkatkan peranan guru dalam mendampingi siswa melakukan kegiatan pembelajaran, sebagai usaha mengatasi masalah kemandirian siswa;
c)      Untuk meningkatkan mutu/kualitas guru;
d)     Untuk meningkatkan guru dalam bidang perbaikan;
e)      Membantu guru memperbaiki pengajaran;

        
3.      Bagi Sekolah
a) Memberikan masukan bagi peningkatan mutu pembelajaran yang dapat meningkatkan mutu pendidikan;
b) Memberikan inspirasi untuk menggali dan mewujudkan model-model pembelajaran yang inovatif dan mengembangkan;
c)      Meningkatkan mutu/kualitas sekolah;
d)     Untuk memajukan sekolah ;
e) Dengan Penelitian Tindakan Kelas dapat menanggulangi berbagai masalah belajar;
f)       Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya di lingkungan sekolah.;
g)      Sebagai sarana pengembangan dan peningkatan profesinalisme guru.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Designed By Blogger Templates - Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger