Pakar pendidikan Ratna Megawangi mengatakan kecerdasan akademik
anak bukan segalanya, karena masih ada dua kecerdasan lain yang lebih
penting yakni kecerdasan emosional dan spritual.
"Untuk membentuk generasi bangsa yang cerdas dan berkarakter diperlukan keseimbangan ketiga kecerdasan itu," kata Ratna dalam acara peluncuran Misi Pahlawan Cilik Pepsodent di Jakarta, Selasa (1/6/2014).
Untuk itu, orangtua perlu memperhatikan pembentukan karakter anak. Pendidikan moral yang ada di sekolah saat ini, sambungnya, belum berhasil mendidik anak untuk berkarakter positif.
"Seperti saat ini, bulan Ramadan tetapi fitnah dalam pilpres masih berlangsung,” kata Ratna.
Dalam membentuk karakter positif anak, orangtua dapat menentukan nilai atau norma perilaku yang tepat pada anak. Ada 9 nilai positif yang dapat ditanamkan untuk membentuk karakter yakni cinta Tuhan dan segenap ciptaanNya, tanggung jawab, kejujuran dan diplomatis, hormat dan santun, dermawan serta suka menolong dan kerja sama, percaya diri serta kreatif dan bekerja keras, kepemimpinan dan keadilan, baik dan rendah hati, dan terakhir adalah toleransi, kedamaian dan persatuan.
"Ada juga yang tak kalah penting yakni 4K, kebersihan, kerapihan, kesehatan, dan keamanan."
Dalam membentuk generasi penerus bangsa yang cerdas dan berkarakter, keluarga merupakan elemen penting dalam membentuk karakter bangsa.
"Keluarga adalah pertama dan utama,"ucapnya.
Jika anak tidak diajarkan pendidikan karakter, dikhawatirkan berdampak pada perilaku anak yang negatif. Perilaku negatif anak sendiri disebabkan pola asuh yang salah, baik di rumah maupun di sekolah.
"Jika dibiarkan, dikhawatirkan menjadi neurosis atau nuraninya meredup. Padahal, nurani adalah kontrol akhir seseorang untuk tidak berprilaku negatif," tambah Ratna. (Kabar24.com)
"Untuk membentuk generasi bangsa yang cerdas dan berkarakter diperlukan keseimbangan ketiga kecerdasan itu," kata Ratna dalam acara peluncuran Misi Pahlawan Cilik Pepsodent di Jakarta, Selasa (1/6/2014).
Untuk itu, orangtua perlu memperhatikan pembentukan karakter anak. Pendidikan moral yang ada di sekolah saat ini, sambungnya, belum berhasil mendidik anak untuk berkarakter positif.
"Seperti saat ini, bulan Ramadan tetapi fitnah dalam pilpres masih berlangsung,” kata Ratna.
Dalam membentuk karakter positif anak, orangtua dapat menentukan nilai atau norma perilaku yang tepat pada anak. Ada 9 nilai positif yang dapat ditanamkan untuk membentuk karakter yakni cinta Tuhan dan segenap ciptaanNya, tanggung jawab, kejujuran dan diplomatis, hormat dan santun, dermawan serta suka menolong dan kerja sama, percaya diri serta kreatif dan bekerja keras, kepemimpinan dan keadilan, baik dan rendah hati, dan terakhir adalah toleransi, kedamaian dan persatuan.
"Ada juga yang tak kalah penting yakni 4K, kebersihan, kerapihan, kesehatan, dan keamanan."
Dalam membentuk generasi penerus bangsa yang cerdas dan berkarakter, keluarga merupakan elemen penting dalam membentuk karakter bangsa.
"Keluarga adalah pertama dan utama,"ucapnya.
Jika anak tidak diajarkan pendidikan karakter, dikhawatirkan berdampak pada perilaku anak yang negatif. Perilaku negatif anak sendiri disebabkan pola asuh yang salah, baik di rumah maupun di sekolah.
"Jika dibiarkan, dikhawatirkan menjadi neurosis atau nuraninya meredup. Padahal, nurani adalah kontrol akhir seseorang untuk tidak berprilaku negatif," tambah Ratna. (Kabar24.com)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar