
Penyebab
dari sariawan sampai saat ini masih simpang siur,ada yang memperkirakan
karena kekurangan vitamin C,ada yang karena kekurangan vitamin B12
maupun karena perubahan cuaca di lingkungan sekitar yang turut
mempengaruhi ketahanan tubuh kita. Jadi penyebab pastinya sepertinya
sampai sekarang belum pasti menurut ilmu kedokteraan modern.
Sayangnya
kita baru “ngeh” dengan sariawan setelah kita terkena serangannya.Dan
hebatnya si sariawan ini menyerangnya pada waktu malam hari diwaktu
semua orang pada tidur terlelap dan mulai terasa perih dan nyeri di
mulut pada pagi harinya.
Kebanyakan
penderita sariawan akan langsung menuju ke apotik untuk mencari obat
pereda rasa nyerinya.Salah satunya seperti pengalaman saya ini (klik disini).Dengan
metode obat kimia,memang waktu obatnya diteteskan ke luka sariawan akan
terasa perih dan nyeri di sekitar lukanya.Akan tetapi waktu untuk
sembuhnya lumayan cepat.Dalam tempo 3-4 hari sariawan sudah hilang dari
sarangnya.
Ada pula yang menggunakan methode tradisional / herbal untuk pengobatannya.Saya juga pernah mempraktekannya disini.Memang
untuk pengobatan dengan cara alami,rasa perih serta nyeri pada
luka sariawan tidak terasa,akan tetapi waktu untuk penyembuhannya lebih
lama.Waktu itu saya membutuhkan waktu 5 hari untuk sembuh
dari sariawan dengan methode lendir lidah buaya ini.
Ada
pula metode penyembuhana yang menggunakan kambium pohon kemiri,dengan
minum jus tomat sampai ada yang mempraktekkan dengan menggunakan pentol
korek api.Ada ada saja pengobatannya….
Apakah sariawan dapat dicegah?Tentu saja dapat dicegah.Terus bagaimana caranya?
Ada
pendapat dari kompasianer suhindro wibisono yaitu dengan menu sarapan
dari buah-buahan setiap hari.Menurut pengakuannya,beliaunya sudah
terbebas dari sariawan sejak menerapkan methode tersebut.
Nah
kalau methode saya adalah saya ikut bergabung menjadi DDS (Donor Darah
Sukarela) di PMI, dan secara rutin setiap minimal 75 hari sekali darah
saya “disadap”.
Lho donor darah kok bisa mencegah sariawan?
Argumentasi
saya adalah semua penyakit yang menyerang kita baik yang dikategorikan
penyakit berat (jantung,stroke,darah tinggi,diabetes dll) maupun
penyakit ringan (masuk angin,panas dalam,influenza dll) semua itu
disebarkan dan dibawa melalui jaringan darah. Dengan donor darah secara
rutin selain dapat mengontrol kadar kolestorol juga dapat memperlancar
sirkulasi peredaran darah.Dengan sirkulasi darah yang lancar,bibit
penyakit tentunya tidak lama-lama singgah di salah satu organ tubuh
kita….Akhirnya organ tubuh kita akan selalu sehat karena disuplai oleh
darah yang selalu segar dan dalam kondisi lancar sirkulasinya.
Selain
itu donor darah juga tidak dipungut biaya alias gratis serta kita dapat
mengetahui kondisi kesehatan organ dalam kita secara kontinyu.
Kok bisa tahu kesehatan organ dalam?
Ya
tentu bisa,karena setelah darah kita “disadap” di Unit Donor Darah PMI
nantinya akan ada laporan via sms yang dikirimkan ke nomer handphone
kita.Kalau darah kita bagus tentunya isi sms-nya ucapan terima kasih
dari PMI disertai do’a semoga sehat selalu dan banyak rejeki>Nah
kalau darah kita mengandung bibit penyakit (Hepatitis,HIV/AIDS,sifilis
dll) tentu nantinya ada sms dari PMI yang mengabarkan hal tersebut. Dan
darah kita yang terkontaminasi tersebut akan dimusnahkan oleh PMI.
Cuma
sepertinya kalau pas donor darah terkena sariawan,tetap saja darah kita
lolos dari pemeriksaan laboratorium-nya PMI. Khan sariawan bukan
penyakit mematikan dan menular hehehe…
Itulah
kelebihannya menjadi DDS,dan saya sudah membuktikan kalau donor darah
secara rutin minimal 75 hari sekali,selama ini jarang
terkena sariawan serta penyakit ringan lainnya (masuk angin,panas dalam
dll).Padahal dulu sebelum bergabung menjadi DDS,sariawan serta penyakit
ringan lainnya sepertinya bersahabat dan akrab dengan saya.Lelah sedikit
saja langsung masuk angin menghampiri.Apalagi didukung dengan cuaca di
musim pancaroba seperti saat ini..
Memang
sampai saat ini belum ada penelitian medis yang menyebutkan kalau donor
darah secara rutin dapat mencegah sariawan.Tapi pengalaman saya
membuktikan hal tersebut.
Alhamdulillah
sampai saat ini sejak ikut DDS,sariawan enggan mampir di bibir
saya,sehingga saya belum sempat dan semoga tidak sempat untuk mencoba
obatsariawan herbal kemasan pabrik maupun obat kimia
khusus sariawan maupun panas dalam lainnya.
Untuk
yang sering terkena sariawan, saran saya ikutlah bergabung menjadi
donor darah sukarela.Tentu ada syaratnya untuk menjadi donor darah
sukarela.Syaratnya gampang kok,berat badan minimal 45kg,kadar Hb darah
normal (diatas 10) tekanan darah normal 120/80 serta tentunya tidak
takut sama jarum suntik hehehe…..
Jangan lupa untuk minta kartu donor darahnya ya….
Sumber: kompasiana.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar